Posted in Kesehatan

Fakta Menarik Seputar Alergi

Alergi merupakan suatu keadaan yang paling umum terjadi pada manusia. Sebagian besar manusia di dunia dapat mengalami suatu reaksi hipersensitivitas terhadap berbagai macam hal, seperti makanan seafood, kontak fisik dengan hewan, konsumsi susu, dan masih banyak lagi.

“Lalu, apakah yang dimaksud dengan alergi?”

Alergi dapat dikatakan sebagai kelainan tubuh yang berupa reaksi berlebih (hipersensitivitas) dari sistem imun tubuh terhadap suatu substansi spesifik yang disebut dengan allergen dan mengakibatkan respon berupa kerusakan jaringan, menghambat kerja sistem tubuh yang lain, serta menimbulkan respon infeksi, demam, sesak napas, hingga kematian. Biasanya, sistem imun tubuh akan mendeteksi alergen sebagai suatu zat yang aneh dan berbahaya padahal sebenarnya tidak berbahaya, kemudian memproduksi antibodi khusus untuk melawan zat tersebut hingga memunculkan reaksi alergi.

Membahas fakta menarik seputar alergi, kebanyakan orang akan berpikir bahwa alergi merupakan suatu kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Padahal, menurut penelitian dari beberapa ahli, alergi ini dapat disembuhkan seiring berjalannya waktu. Hal ini biasanya dikaitkan dengan proses penuaan, dimana tubuh akan mengalami penurunan kepekaan untuk merespon suatu hal termasuk alergen itu sendiri. Fakta lain menyebutkan bahwa tidak ada obat yang dapat menyembuhkan suatu alergi melainkan obat-obat ini hanya akan mengurangi gejala serta menurunkan hipersensitivitas tubuh yang bisa digunakan sebagai salah satu perawatan utama dalam mengatasi alergi.

Selain fakta di atas, sering kita ketahui bahwa alergi sebagian besar akan dialami oleh anak-anak. Apakah penyebabnya? Hal ini bisa didasari oleh berbagai faktor, seperti apakah kedua orang tua anak tersebut memiliki alergi yang kemudian akan diturunkan kepada sang anak, pola hidup dan lingkungan yang dapat merugikan sistem tubuh anak yang sedang dalam masa perkembangan, serta fakta mengenai kelahiran caesar yang mengakibatkan tertundanya perkembangan bakteri baik dalam tubuh anak sehingga sistem imun mengalami hipersensitivitas karena tidak mengenal bakteri-bakteri baik yang sebenarnya normal berada dalam tubuh manusia.

Selanjutnya adalah fakta terkait dengan cara kita mengatasi alergi. Banyak sumber menyatakan bahwa respon alergi yang paling umum terjadi adalah timbulnya rasa gatal pada kulit. Untuk menguranginya, biasanya seseorang akan mengoleskan salep atau krim yang mengandung hidrokortisonyang akan bekerja dan meredakan rasa gatal pada tubuh. Selain itu, banyak juga yang mengatasinya dengan cara mengkonsumsi obat anti alergi yang dijual di apotek-apotek dengan dosis yang diatur oleh ahli.

Jadi, apakah kalian merupakan salah satu manusia yang memiliki hipersensitivitas? Mulai sekarang tak usah khawatir dengan hal tersebut, karena respon alergi ini bisa dikendalikan dengan berbagai macam metodologi dan akan lebih baik jika dikonsultasikan kepada ahlinya.

Sumber :

Click to access TimothyGS_22010110120063_Bab2KTI.pdf

https://www.academia.edu/35175979/MEKANISME_ALERGI_REAKSI_HIPERSENSITIFITAS_KONSEP_DASAR

Posted in Kesehatan

CARA MURAH DAN AMPUH TURUNKAN HIPERTENSI

Suatu keadaan dimana tekanan darah berada diatas batas normalnya disebut hipertensi. Batas normal tekanan darah sistolik adalah 120 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolic adalah 80 mmHg. (Agrina, et al., 2011). Hipertensi adalah sebuah penyakit yang saat ini sering ditemukan di Indonesia. Tak hanya orang yang sudah lanjut usia saja yang menderita hipertensi, tetapi sekarang banyak orang dewasa juga menderita hipertensi. Di Indonesia sendiri, hipertensi merupakan penyebab kematian terbesar no 3 setelah stroke dan tuberculosis.

Kewaspadaan akan hipertensi seharusnya ditingkatkan untuk mengurangi banyaknya penderita hipertensi. Dengan memberi edukasi tentang hipertensi untuk mencegah terjadinya hipertensi dan juga edukasi untuk menurunkan hipertensi. Seiring dengan tingginya biaya untuk melakukan pengobatan, dan banyaknya jumlah bahan alami masyarakat mengalihkan pengobatan dengan bahan alami..

Menurut penelitian yang dilakukan di Desa Wonorejo Kecamatan Lawang menunjukkan bahwa seseorang yang menderita hipertensi dengan rentang usia 35-65 tahun yang menjadi responden mengonsumsi jus tomat. Dilakukan pengukuran tekanan darah dengan rentang waktu 30, 60, dan 90 menit setelah minum jus tomat. Hasil yang menunjukkan penurunan terbesar tekanan darah sistolik dan diastolik adalah saat rentang waktu 30 menit. Tomat yang digunakan adalah tomat buah yang berwarna merah matang sebanyak 150 gr kemudian diblender tanpa menggunakan air dan tambahan gula. Dalam jurnal ini, pengkurannya adalah selama dua hari berturut turut.

Jus Tomat

Selain dengan mengonsumsi jus tomat ada juga diet pisang ambon yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Menurut penelitian yang dilakukan pada bulan juni 2013 di Kelurahan Manembo-nembo Atas Kecamatan Matuari Kota Bitung menunjukkan bahwa untuk mengurangi atau menurunkan tekanan darah tinggi bisa dengan mengonsumsi buah pisang atau diet pisang ambon. Salah satu pisang yang kandungan kaliumnya tinggi adalah pisang ambon.  Dalam sebuah penelitian di Amerika dan India telah membuktikan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya akan kalium seperti pisang dapat menurunkan tekanan darah (Anon, 1999 dalam Sharrock & Lusty, 2000). Dilakukan dengan mengonsumsi pisang ambon 3 buah selama seminggu. Masing-masing penurunan rata  rata tekanan darah sistolik maupun diastolik ialah sebesar 9,545 mmHg dan 9,091 mmHg.

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi jus tomat dan diet pisang amboh dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Ref :

Agrina., Rini, S., Hairitama, R. (2011). “Kepatuhan Lansia Penderita Hipertensi dalam Pemenuhan Diet Hipertensi”. Jurnal Keperawatan PSIK Universitas Riau. 6 (1), 46-53.

Darmojo, B. 2001. Mengamati Perjalanan Epidemiologi Hipertensi di Indonesia. Medika, Juli.

Lizel R., Sonny K., dan Gresty Musi. 2013. Pengaruh Terapi Diet Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientumlinn) Terhadap Penurunan   Tekanan Darah Pada Klien Hipertensi  Di Kota Bitung. Bitung. ejournal keperawatan (e-Kp) Volume 1.

Raharjo, Priyo. 2007. Pengaruh Pemberian Jus Tomat Terhadap Perubahan Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik pada PenderitaHipertensi di Desa Wonorejo Kecamatan Lawang Malang Tahun 2007. Malang. Jurnal Keperawatan Volume 1 Nomor 2.